Pembaca yang
berbahagia. Setelah kemarin kita membahas tentang bacaan ketika mendengarkanadzan. Kali ini kita akan membahas tentang bacaan apa saja yang boleh dibaca
setelah takbir pertama. Kalau pengalaman pribadi penulis, dulu sewaktu SD,
penulis hanya di ajarkan satu jenis bacaan iftitah saja. Itu pun ketika penulis
mengucapkannya, bukan iftitah namanya, tapi lebih sering menyebutnya dengan doa
istiftah. Entah memang penulis yang waktu itu salah dengar atau gurunya yang
salah sebut :). Yang jelas kebanyakan teman penulis sewaktu SD juga menyebutnya
doa istiftah. :)
Setelah penulis mau
membaca kitab-kitab agama, barulah penulis sadar, bacaan yang benarnya dalah
doa iftitah. Dan dalam rubrik Hisnul Muslim kali ini, doa iftitah akan penulis
sajikan dalam 6 macam bacaan.
*catatan: salah satu
bacaan mendapat catatan khusus dari syaikh Albani.
Berikut ke enam
bacaan iftitah yang boleh kita baca salah satunya dalam setiap shalat kita.
16- DOA IFTITAH
27- اَللَّهُمَّ
بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ
الْمَشْرِقِ
وَالْمَغْرِبِ،اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ، كَمَا يُنَقَّى
الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ
بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ.
الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ
بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ.
27. “Ya Allah, jauhkan antara aku dan
kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya
Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan- kesalahanku, sebagaimana baju putih
dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku
dengan salju, air dan air es”. [42]
28. Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu, Maha Berkah akan nama-Mu, Maha Tinggi kekayaan dan kebesaranMu, tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. [43]
28- سُبْحَانَكَ
اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ،
وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ.
28. Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu, Maha Berkah akan nama-Mu, Maha Tinggi kekayaan dan kebesaranMu, tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. [43]
29- وَجَّهْتُ
وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا وَمَا أَنَا
مِنَ
الْمُشْرِكِيْنَ، إِنَّ صَلاَتِيْ، وَنُسُكِيْ، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ
رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكَ لاَ إِلَـهَ
إِلاَّ أَنْتَ. أَنْتَ رَبِّيْ وَأَنَا عَبْدُكَ،
ظَلَمْتُ
نَفْسِيْ وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذُنُوْبِيْ جَمِيْعًا
إِنَّهُ
لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ. وَاهْدِنِيْ لأَحْسَنِ اْلأَخْلاَقِ
لاَ يَهْدِيْ لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ،
وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا، لاَ يَصْرِفُ
عَنِّيْ
سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ كُلُّهُ
بِيَدَيْكَ،
وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ
وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ،
أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.
29. “Aku menghadap kepada Tuhan Pencipta langit dan
bumi, dengan memegang agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang-orang yang
musyrik. Sesungguhnya shalat, ibadah dan hidup serta matiku adalah untuk Allah.
Tuhan seru sekalian alam, tiada sekutu bagiNya, dan karena itu, aku diperintah
dan aku termasuk orang-orang muslim.
Ya Allah, Engkau adalah Raja, tiada Tuhan (yang
berhak disembah) kecuali Engkau, engkau Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku
menganiaya diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kulakukan). Oleh karena itu
ampunilah seluruh dosaku, sesungguhnya tidak akan ada yang mengampuni
dosa-dosa, kecuali Engkau. Tunjukkan aku pada akhlak yang terbaik, tidak akan
menunjukkan kepadanya kecuali Engkau. Hindarkan aku dari akhlak yang jahat,
tidak akan ada yang bisa menjauhkan aku daripadanya, kecuali Engkau. Aku penuhi
panggilanMu dengan kegembiraan, seluruh kebaikan di kedua tanganMu, kejelekan
tidak dinisbahkan kepadaMu. Aku hidup dengan pertolongan dan rahmatMu, dan
kepadaMu (aku kembali). Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Aku minta ampun dan
bertaubat kepadaMu”. [44]
30- اَللَّهُمَّ
رَبَّ جِبْرَائِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَإِسْرَافِيْلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ
وَاْلأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ
فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ. اِهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ
الْحَقِّ
بِإِذْنِكَ تَهْدِيْ مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ.
30. “Ya Allah, Tuhan Jibrail, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Tuhan yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum (untuk memutuskan) apa yang mereka (orang-orang kristen dan yahudi) pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dariMu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki”. [45]
31- ((اَللهُ
أَكْبَرُ كَبِيْرًا، اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا،
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ كَثِيْرًا،
وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً)) ثلاثا ((أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطَانِ،
مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ)).
31. “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha
Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah
dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak.
Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore”. (Diucapkan tiga kali). “Aku berlindung
kepada Allah dari tiupan, bisikan dan godaan setan”. [46]
32- اَللَّهُمَّ
لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ،
لَكَ
الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ،
[وَلَكَ
الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ]
[وَلَكَ
الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ]
[وَلَكَ
الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ][ وَلَكَ الْحَمْدُ]
[أَنْتَ
الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ،
وَالْجَنَّهُ حَقُّ، وَالنَّارُ حَقُّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقُّ، وَمُحَمَّدٌ
حَقُّ،
وَالسَّاعَةُ حَقُّ][اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ،
وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ.
فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا
أَعْلَنْتُ]
[أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ
أَنْتَ]
[أَنْتَ إِلَـهِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ]
32. Apabila Nabi Shallallahu’alaihi wasallam shalat
Tahajud di waktu malam, beliau membaca: “Ya, Allah! BagiMu segala puji, Engkau
cahaya langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji, Engkau yang
mengurusi langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji, Engkau Tuhan yang
menguasai langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji dan bagi-Mu
kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. BagiMu segala puji, Engkau benar,
janjiMu benar, firmanMu benar, bertemu denganMu benar, Surga adalah benar (ada),
Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya)
Muhammad adalah benar (dariMu), kejadian hari Kiamat adalah benar. Ya Allah,
kepadaMu aku menyerah, kepadaMu aku bertawakal, kepadaMu aku beriman, kepadaMu
aku kembali (bertaubat), dengan pertolonganMu aku berdebat (kepada orang-orang
kafir), kepadaMu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu,
ampunilah dosaku yang telah lewat dan yang akan datang. Engkaulah yang
mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau,
Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”. [47]
---------------------------------
[42] HR. Al-Bukhari 1/181 dan Muslim 1/419.
[43] HR. Empat penyusun kitab Sunan, dan lihat Shahih
At-Tirmidzi 1/77 dan Shahih Ibnu Majah 1/135.
[44] HR. Muslim 1/534
[45] HR. Muslim 1/534.
[46] HR. Abu Dawud 1/203, Ibnu Majah 1/265 dan Ahmad
4/85. Muslim juga meriwayatkan hadits senada dari Ibnu Umar, dan di dalamnya
terdapat kisah 1/420.
[47] HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari 3/3, 11/116,
13/371, 423, 465 dan Muslim meriwayatkannya dengan ringkas 1/532.
*berikut catatan
yang tadi penulis maksudkan
2. Do’a Al-Istiftah.
الله أكبرا
كبيرا, الله أكبرا كبيرا, الله أكبرا كبيرا,
والحمد لله كثيرا, والحمد لله كثيرا, والحمد لله كثيرا,
وسبحان
الله بكرة وأصيلا {ثلاثا}
أعوذ بالله من الشيطان: من نفخه, ونفثه, وهمزه
(أخرجه أبو داود 1/ 203؛ إبن ماجة
1/256؛ أحمد 4/85)
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore” (dibaca 3 kali). “Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan dan godaan Syaithan” (HR. Abu Dawud 1/203; Ibnu Majah 1/256; Ahmad 4/85).
Hadits ini didha’ifkan oleh Syaikh
Al-Albani rahimahullah dalam Dla’if Abu Dawud no. 764; Dla’if Ibnu Majah no.
155; Al-Misykah no. 817; Irwa’ul Ghalil no. 342.
Mari kita biasakan
membaca doa-doa tersebut secara bergiliran. Agar sunnah ini terus terjaga lewat
lisan-lisan kita. Adapaun membaca satu saja tidaklah mengapa. Tetapi langkah
baiknya jika membaca berbagai bentuk bacaan tersebut bergantian, karena salah satu
manfaat yang bisa kita dapatkan ketika kita berganti-ganti bacaan adalah
kekhusyukan. Kenapa? Karena jika bacaan kita hanya itu-itu saja. Ada
kemungkinan kita menjadi terbiasa membacanya sehingga ketika shalat bacaan yang
kita baca hanya menjadi gerak reflek dan berlalu begitu saja dari bibir kita
tanpa perenungan.
Baiklah, sekian
pembahasan kita kali ini. Semoga pembaca puas dengan ilmu yang disampaikan.
Buat pembaca yang
ingin mendownload edisi lengkap kitab Hisnul Muslim dapat meng-klik link di
bawah ini:
Download Hisnul
Muslim format PDF
Download Hisnul
Muslim format CHM
Atau untuk pembaca
yang ingin mendownload kitab-kitab lainnya, dapat mengklik menu DOWNLOAD di
atas, atau klik di sini
Jazakumullah khairan
katsiran atas kunjungannya. Silahkan membaca postingan admin yang lainnya.

0 Comments